KEJARLAH AKHIRAT, DUNIA AKAN MENGIKUTI

 Pada kesempatan kali ini aku akan membagikan pengalaman hidup aku mengenai pentingnya mengejar akhirat. Saat ini aku alhamdulillah sudah paham rumus kehidupan yaitu kejarlah akhirat maka dunia akan mengikuti. Kalimat itu sangat tidak asing di telinga kita saat ini, tapi untuk benar benar  dipahami dan sampai ke hati masih mungkin terasa asing bagi sebagian orang. Dan ternyata itulah rumus kehidupan di dunia ini. Karena mau sampai kapanpun jika kita belum benar-benar mencintai Allah dan rasulnya (atau mengutamakan akhirat), hidup kita masih belum bisa benar benar tenang. Karena jika tujuan kita adalah dunia, maka akan terus menerus dihadapi dengan masalah, meski pada saat kita diam sekalipun ujian pasti datang. Tapi bukan berarti yang mengejar akhirat tidak diuji ya, tapi bedanya, jika yang mengejar akhirat itu akan merasakan ketenangan hidup, karena tidak punya ekspektasi berlebih terhadap dunia. jadilah hidup kita tenang, karena mau berjuang sekeras apapun, takdir tetap datang ke kita. Saat kita berjuang keras meraih tujuan dunia, mungkin kita akan mendapatkannya, tapi tetap saja belum tentu berjalan sesuai takdir. Nah saat sesuatunya tidak sesuai dengan takdir yang diharapkan, jadilah terkadang merasa hancur, sakit, pahit, menyerah, dan berbagai macam ketidaktenagan hidup.


Untuk mengejar akhirat itu mungkin hati kita belum benar-benar ikhlas dan mungkin ada rasa harapan tinggi, cita-cita, ketakutan, dan ketautan hati terhadap manusia, dan memang itu memang wajar dialami  manusia, termasuk aku…tidak mudah juga untuk melepaskan, atau memaksa hati ke arah yang lebih baik begitu saja. Dan perjalanan hidupku hingga sampai pada titik mengutamakan akhirat itu, dilalui dengan banyak rintangan dan cobaan..begitu berat sakit, mati rasa..bingung, gelisah, hingga hampir menyerah dan berada di ujung pilihan ingin mengakhiri hidup atau melanjutkan hidup. Namun, dalam segala perjalan kesulitan itu, ternyata Allah melihat hatiku…dalam hati benar-benar aku merasakan iman sejak dini..dan dalams etiap masalah hidup, selalu aku mengingat Allah, meski kadang aku sedikit membenci atau tidak suka terhadap apa-apa yang Allah berikan padaku, tapi ternyata saat ini aku sadar bahwa Allah menuntunku kepada kebenaran dan jalan yang terbaik. Dan sekarang makin diuji malah makin cinta sama Allah…sudah sepenuhnya percaya sama Allah, percaya Allah sudah mengatur segalanya.


Kita hanya perlu jujur pada diri sendiri dan segala hal. Perlu menundukkan ego dan menjauhi sifat sombong. Kita tidak perlu merasa lebih baik dari yang lain, karena sejatinya, tidak ada yang benar-benar tau posisi kita di sisi Allah..Seringkali kita menganggap rendah orang lain, misalnya saja saat kita berinteraksi dengan orang lain kita merasa kurang cocok dan kurang sefrekuensi dan sebagainya, padahal sampai kapanpun juga engga ada orang yaang benar-benar sama persis seperti kita..dan kembali lagi ya memnag kuncinya sabar, dan menerima bahwa Allah menciptakan kita berbeda-beda dan memang Allah menciptakan dunia ini untuk ujian…ya kita harus menerima bahwa semua orang punya kekurangan dna tidak ada yang sama seperti kita. Nah kembali lagi, kalo tujuan hidup kita adalah akhirat maka kita bisa bersabar dan bisa berdampingan hidup dengan orang lain..karena menurut pandangan Allah semua manusia sama, yang membedakan adalah takwanya, hatinya…maka janganlah kita merasa paling baik dan paling benar, hindari sifat sombong..karena iblis juga terjerumus dalam dalam kemungkaran dan neraka juga karena sifat sombong kan?...


Hiduplah dengan sederhana, meski kaya tetaplah rendah hati, karena tuh sejatinya jika kita riya, orang lain hanya akan iri kepada kita, engga ada gunakan kita riya, orang lain tidak akan memuji kita, malah membuat orang lain iri..udah paling benar menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, dengan Allah juga..hidup penuh cukup dan syukur..apapun keadaannya itu adalah yang terbaik untuk kita. Jika sedang susah kita bersabar dan itu baik untuk kita, jika sedang senang kita bersyukur dan itu juga baik untuk kita. Pokoknya kuncinya (berdasarkan pengamatan aku) adalah jika kita belum mencintai Allah dan rasulnya lebih dari mencintai apapun, maka sejatinya hidup kita belum akan benar-benar tenang. Karena Allah akan selalu cemburu dan akan terus mengajak hambanya atau menuntun hambanya kepada-Nya. Dan itu bisa melalui ujian-ujian yang dengan itulah hati merasa tidak tenang.Dan mungkin kita kecewa, padahal itu baik untuk kita.


Dan ternyata pula, semua yang terjadi di muka bumi ini, termasuk keadaan manusia itu sudah kehendak Allah, sudah diatur sebaik-baiknya oleh Allah..kita hanya perlu bersabar dan bersyukur, serta bertawakal untuk apa-apa yang baik dengan niat di jalan Allah..jangan lupa pula memanfaatkan waktu dengan baik. Patokannya jika sesuatu hal sesuai ajaran islam kita boleh lakukan jika tidka sesuai ajaran islam jangan kita lakukan…tidak perlu kita mengikuti standar orang atau gaya hidup orang lain yang tidak sesuai ajaran islam..itu juga bisa membuat hati tidak tenang karena membuang waktu untuk hal hal yang tidak bermanfaat yang tidak di jalan Allah..kita tidak perlu takut jikalau kita terasing merasa sedikit teman, atau kesepian, karena selama kita benar, maka tidak ada yang bisa mengalahkan kebenaran, dan hati kita tetap tenang..Tapi jangan pula kita terlalu abai terhadap lingkungan sekitar, jika kita sudah diberi jalan yang benar oleh Allah maka tugas kita adalah mengingatkan yang lainnya untuk kembali ke jalan Allah…jangan kita merasa benar sendiri dan jangan berbangga diri…pokoknya di dunia ini tempatnya sabar lah..yang diberi nikmat juga sabar karena di luar sana banyak yang masih belum berada di jalan Allah, sehingga ada kewajiban untuk peduli sesama…dan jika diberi kesusahan juga bersabar karena beratnya ujian hidup…


Dan ya, kejarlah akhirat, patuhi perintah Allah dan jauhi larangan-Nya..maka hidup kita akan tenang..insyaAllah..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbagi Nasihat dari Pengalaman Hidup, Semoga Bermanfaat 😊

AKHIRNYA MERASAKAN KETENANGAN HIDUP